Label

Tampilkan postingan dengan label Masjid Besar Level Provinsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Besar Level Provinsi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013

Masjid Raya Al Akbar Sorong (Sorong, Papua Barat, Indonesia)

Masjid Raya Al Akbar Sorong
GPS/Garmin: -0.8816016886835664,131.28225714407208
Alamat: Jalan Ahmad Yani,  Sorong, West Papua, Indonesia


Masjid Raya Al Akbar adalah sebuah masjid yang berada di kota Sorong Provinsi Papua Barat. Masjid ini terletak di tengah kota yang beralamat tepat di Jalan Ahmad Yani No 40 kota Sorong. Di komplek masjid ini juga terdapat ruang pertemuan yang bernama Al Akbar Convetion Center. 







Lihat Peta Lebih Besar




Masjid ini merupakan masjid terbesar di Sorong dan selalu dipadati oleh jamaah Islam. Bangunan masjid ini terdiri dari dua lantai yang dominan bercat warna putih dan hijau. Bentuk kubah di masjid ini sangat khas karena berbentuk kubah yang berlekuk lima. Masjid ini mempunyai dua menara di samping kiri kanannya untuk menambah nuansa masjid pada umumnya.






Umat Islam melaksanakan salat Tarawih di Masjid Raya Al-Akbar, Sorong, Papua. Masjid ini merupakan yang terbesar di kawasan ini dan selalu dipadati oleh umat islam. Keberadaan Masjid Al Akbar di Sorong memang sangat terasa sekali manfaatnya. Tak hanya shalat fardu banyak kegiatan di lakukan di Masjid ini.





                                   

SORONG-Dengan mengharap ridho Allah SWT, bertempat di Masjid Raya Al-Akbar Sorong , semalam 05/07/13 tepatnya usai ibadah shalat Isya berjamaah, dzikir yang dipimpin KH S. Muhammad Alkaff berlangsung khidmat. Dzikir bersama diawali dengan dakwah yang disampaikan oleh Habib Alkaff. 

Dalam dakwanya, Habib M. Alkaff menjelaskan tentang fadilh-fadilah majelis dzikir yang dilaksanakan. Dikatakan, dengan dzikir yang bersunggguh-sungguh semata kepada Allah SWT, maka Insya Allah keluh kesah hambanya (manusia) akan dijawab oleh Allah.



6 Nopember 2011 sejenak sempat menahan langkah kaum muslimin di Sorong Papua Barat untuk menjalankan sholat Idul Adha di Masjid Agung Al Akbar   - Sorong Papua Barat. Walau guyuran hujan menyelimuti cuaca hari itu tak menyurutkan langkah muslimin muslimat menunaikan sholat Id bahkan sampai membeludak ke teras masjid.





Kesan sebagian besar masyarakat tentang Papua yang terkesan negatif, penuh dengan kekerasan sebagaimana gencar diberitakan media cetak maupun elektronik akan segera sirna manakala hadir menyaksikan anak-anak, kawula muda, ibu-bu, bapak-bapak, kakek nenek tumpah ruah di masjid terbesar di kota paling barat di pulau Papua itu. 

Pagi ini dari Kota Sorong menyampaikan kabar kepada tanah air bahwa memang ada sebagian daerah di Papua  yang sedang bergejolak, menuntut perhatian lebih, tapi masih banyak teritori lain di tanah cendrawasih  yang aman tentram, damai, religius sebagaimana terlihat dalam keseharian dimana kumandang adzan bersautan  dari berbagai penjuru masjid mulai Subuh sampai Isya.


Sorong- Bertempat di Al-Akbar Convention Centre (ACC) 04 Januari 2013, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Papua Barat, Abdullah Manarai melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BKPRMI Kota Sorong periode 2013-2017. Pelantikan pengurus DPD BKPRMI ini turut disaksikan oleh Ketua DPP BKPRMI, DR. Ali Muchtar Ngabalin yang sekaligus membuka rapat kerja wilayah (Rakerwil) II DPW BKPRMI Papua Barat.


Jika kita jalan jalan ke PApua Barat sudah tak perlu kawatir lagi karena ternyata di sini banyak Masjid dan saudara-saudara kita. Maka sempatkanlah untuk sujud sejenak di salah satu sudut bumi Allah ini, semoga kita menjadi orang-orang yang bersyukur.


Masjid Sultan Ternate (Ternate, Indonesia)

Masjid Sultan Ternate
Jl. Sultan Khairun, Kel. Soa Sio, Kec. Ternate Utara,
 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara






Kota Ternate adalah sebuah kota yang berada dibawah kaki gunung api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Ternate menjadi satu kota otonom sejak 4 Agustus 2010, dan menjadi Ibukota sementara Provinsi Maluku Utara sampai Sofifi yang menjadi ibukotanya di Pulau Halmahera siap secara infrastruktur.









Masjid Tua Ternate terletak di Desa Soasio, Kecamatan Ternate, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku, kapasitas Masjid mampu menampung jamaah sampai 2000 jamaah. Daerah di sekitar masjid terdapat bukit, gunung, laut, dan pantai pasir putih. Dibelakang kelihatan gunung Gamalama yang masih mengeluarkan asap, sedangkan di depannya laut. Masjid Tua Ternate merupakan bagian keraton Kesultanan Ternate dan letaknya kurang lebih 150 m dari pantai. Arah hadapnya ke timur dengan bentuk arsitektur merupakan gabungan antara Romawi dan Persia.


Lihat Peta Lebih Besar










Masjid Sultan ini diperkirakan telah dirintis sejak masa Sultan Zainal Abidin, namun ada juga yang beranggapan bahwa pendirian Masjid Sultan baru dilakukan awal abad ke-17, yaitu sekitar tahun 1606 saat berkuasanya Sultan Saidi Barakati. 





Hingga sekarang, belum ditemukan angka valid sejak kapan sebetulnya Masjid Sultan Ternate didirikan. Akan tetapi, melihat kenyataan sejarah, sebelum Sultan Saidi Barakati naik tahta, Kesultanan Ternate telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik di bidang keagamaan, ekonomi, maupun angkatan perang. Perjuangan Sultan Khairun (1534-1570) yang dilanjutkan oleh penerusnya, yaitu Sultan Baabullah (1570-1583) untuk mengusir pasukan Portugis, misalnya, menjadi salah satu fase kegemilangan Kesultanan Ternate Sekitar setengah abad sebelum berkuasanya Sultan Saidi Barakati. Sehingga, perkiraan bahwa Masjid Sultan Ternate baru dibangun pada awal abad ke-17 tidak memiliki alasan yang cukup kuat.








Sebagaimana Kesultanan Islam lainnya di Nusantara, Masjid Sultan Ternate dibangun di dekat Kedaton Sultan Ternate, tepatnya sekitar 100 meter sebelah tenggara kedaton. Posisi masjid ini tentu saja berkaitan dengan peran penting masjid dalam kehidupan beragama di Kesultanan Ternate. Tradisi atau ritual-ritual keagamaan yang diselenggarakan kesultanan selalu berpusat di masjid ini. 





Masjid Sultan Ternate dibangun dengan komposisi bahan yang terbuat dari susunan batu dengan bahan perekat dari campuran kulit kayu pohon kalumpang. Sementara arsitekturnya mengambil bentuk segi empat dengan atap berbentuk tumpang limas, di mana tiap tumpang dipenuhi dengan terali-terali berukir. Arsitektur ini nampaknya merupakan gaya arsitektur khas masjid-masjid awal di Nusantara, seperti halnya masjid-masjid pertama di tanah Jawa di mana atapnya tidak berbentuk kubah, melainkan limasan.






Fasilitas yang ada di Masjid Sultan Ternate adalah Parkir, Taman, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah. Sedangkan untuk kegiatan di Masjid Sultan Ternate antara lain Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu



Salah satu tradisi yang setiap tahun diadakan di Masjid Tua Ternate adalah Malam Qunut yang jatuh setiap malam ke-16 bulan Ramadhan. Dalam tradisi ini, sultan dan para kerabatnya dibantu oleh Bobato Akhirat (dewan keagamaan kesultanan) mengadakan ritual khusus yaitu Kolano Uci Sabea, yang berarti turunnya sultan ke masjid untuk salat dan berdoa. Usai melaksanakan Tarawih, sultan akan pulang ke kedaton dengan ditandu kembali seperti ketika keberangkatannya ke masjid.



Di kedaton sultan bersama permaisuri (Boki) akan memanjatkan doa di ruangan khusus, tepatnya di atas makam keramat leluhur. Usai berdoa, sultan dan permaisuri akan menerima rakyatnya untuk bertemu, bersalaman, bahkan menciumi kaki sultan dan permaisuri sebagai tanda kesetiaan. Tentu saja, pertemuan langsung antara sultan dan rakyatnya ini menarik minat masyarakat di seluruh Ternate dan pulau-pulau di sekitarnya.




Di Masjid Sultan Ternate ini mempunyai beberapa aturan yang jika kita berkunjung ke Masjid ini harap di perhatikan. Dan tentunya juga Masjid ini menjadi saksi bisu perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah dahulu kala.
Kini dari Masjid ini cahaya islam bersinar menerangi masyarakat sekitar, jika kita suatu saat ke Ternate maka sempatkanlah bersujud di salah satu sudut bumi Allah ini. Mengenang dan mengambil teladan dari spirit pahlawan-pahlawan kakek nenek kita yang berkorban darah dan harta untuk tanah air tercinta.

Kamis, 28 November 2013

Masjid Mujahidin (Pontianak, Indonesia)

Masjid Mujahidin
JL. A.Yani, Kec.Pontianak Selatan,  Kota Pontianak, 
Prov.Kalimantan Barat 78122
(remajamujahidin.blogspot.com)



Masjid Mujahidin dibangun diatas lahan seluas 6,4 hektar yang disediakan oleh pemerntah propinsi Kalimantan barat. Gagasan membangun masjid ini dimulai sejaktahu 1953 masehi, namun baru terwujud pada tahun 1978 masehi. Masjid ini berlokasi diatara jalan Jendrl Ahmad Yani dan Jalan Mujahidin atau yang lebih dikenal dengan daerah sentiong.




Pada tanggal 23 Oktober 1978 diresmikan. Nama Masjid MUJAHIDIN yang berarti Para Pejuang di karenakan proses pendirian masjid Raya ini memerlukan perjuangan yang besar, semua elemen umat Islam saling-bahu membahu untuk mendirikan sebuah masjid  Raya Mujahidin.






Luas bangunan ruang Ibadah 900 meter2 dan ruang dalam seluas 1500 m2, keseluruahannya menggunakan lantai marmer. Ruang srbaguna seluas 500m2, plaza berlantai batu bata merah seluas 1300 m2, ruang wudlu pria dan wanit seluas 1300 m2 dan taman parkir seluas 30.000m2. Tinggi Bangunan ruang Ibadah 2,4 meter dan menara 24, 5 meteer. Masjid mampu menampung sekitar 500 jamaah di ruang utama, di plaza sekitar 2.500 jamaah dan lapangan parkir sekitar 75.000 jamaah.





Pada 18 November 2011 diadakan renovasi, peletakan batu pertama Masjid Raya Mujahidin. Tak tanggung-tanggung dana yang dianggarkan untuk pembangunan itu berkisar antara 80 hingga 100 milyar rupiah.

Walikota Pontianak, Sutarmidji yang juga sebagai Ketua Pembangunan Masjid Raya Mujahidin mengungkapkan, pembangunan masjid ini memerlukan dana kurang lebih 80 milyar rupiah. Saat ini dana yang sudah terkumpul sebesar 62 Milyar yang bersumber dari sumbangan Pemerintah Provinsi sebesar 30 Milyar, Pemerintah Kota Pontianak sebesar 10 Milyar, salah seorang pengusaha Kalbar sebesar 17 Milyar, dan sumbangan lainnya sebesar 5 Milyar. Sehingga masih memerlukan dana sebesar 18 Milyar.

Midji mengatakan kontrak pembangunan Masjid Raya Mujahidin yang dikerjakan oleh Adikharya ini dimulai pada 1 Mei 2012 dengan lama  kontrak 480 hari. 












Fasilitas  yang tersedia di Masjid Mujahidin antara lain Lahan Parkir, Taman, Gudang, Toko, Perlengkapan Pengurusan Jenazah, Mobil Ambulance, Koperasi, Kantor Sekretariat, Sound System dan Multimedia, Pembangkit Listrik/Genset, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah. Masjid yang besar ini cukup memadai baik dari segi sarana maupun prasarananya










Untuk kegiatan Masjid Mujahidin antara lain adalah Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu. Setiap kegiatan di Masjid ini selalu di padati jamaah. 











Masyarakat Kalimantan Barat (Pontianak) mengaku bangga dengan Masjid Raya Mujahidin ini, karena sudah lama menantikan adanya masjid yang megah bercirikan khas kota Pontianak dan Kalbar. Jika anda berkunjung ke Kalbar alangkah baiknya mengunjungi Masjid Mujahidin ini sekaligus bersujud di salah satu sudut bumi Allah ini.